Penyebab Penyakit Kulit|Kudap|Panu|Kudis|Kanker Kulit|Asma|Penyakit Jantung
..

Penyebab Penyakit Kanker Limfoma, Gejala dan Pengobatannya

Penyebab Penyakit Kanker Limfoma, Gejala dan Pengobatannya

penyebab kanker limfoma
http://www.penyebab-penyakit.com
- Ketika dalam tubuh anda ditemukan satu benjolan, meski tidak nyeri, tidak gatal, tetapi juga jangan diabaikan, karena ada kemungkinannya adalah Limfoma.Limfoma adalah semacam tumor ganas yang berasal dari kelenjar getah bening,merupakan salah satu dari sepuluh besar tumor ganas yang sering dikenal. Dalam 1 tahun terakhir ini,tingkat kejadiannya semakin meningkat.Berdasarkan laporan konferensi limfatik internasional, di seluruh dunia dalam setiap 9 menit dilaporkan 1 kasus baru penyakit limfoma. Mengetahui dengan cepat gejala tubuh yang muncul, dan mendiganosi dini terhadap limfoma sangat berpeluang dalam mengobati limfoma tahap awal, demi memperpanjang jangka kelangsungan hidup.  http://www.penyebab-penyakit.com/2014/12/penyebab-penyakit-kanker-limfoma-gejala.html

:   
  1. Gejala keseluruhan
    Pada Limfoma ganas,sebelum atau dalam waktu yang bersamaan muncul pembesaran pada kelejar getah bening, mungkin muncul gejala demam,gatal-gatal,keringat malam dan penurunan berat badan dan sebagainya.Jika tidak ditemukan adanya penyebab terjadinya gejala diatas, dapat dilakukan pemeriksaan darah, demi mengecualikan penyakit limfoma.   
  2. Pembesaran Kelenjar getah bening
    Ini merupakan gejala tipikal limfoma, benjolan tidak terasa sakit, membesar secara bertahap, permukaannya mulus, pas diraba kerasnya seperti bola pingpong, atau seperti ujung hidung. Pembesaran paling sering terjadi di kelenjar getah bening leher dan supraklavikula..Ketika mengetahui adanya pembesaran kelenjar getah bening, dapat dilakukan pemeriksaan biopsi.Umumnya diambil kelenjar getah bening di bawah leher ataupun di bawah ketiak. Ini adalah cara diagnosis limfoma yang wajib dilakukan.   
  3. Perubahan pada kulit   
    Penderita limfoma akan muncul serangkaian perubahan pada kulit ,seperti :eritoma, lepuh, erosi kulit dll.Limfoma tahap lanjutan akan mengalami kemerosotan antibody, kulit sering infeksi bernanah, eksudat.   Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan, ketika muncul gejala-gejala seperti diatas,belum pasti mengidap limfoma, tetapi diharapkan untuk segera diperiksa kerumah sakit, jika sudah dipastikan sebagai Limfoma, segeralah diberi pengobatan, ini berupaya untuk meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup anda.
Pendiagnosaan limfoma bukanlah pemeriksaan yang membabi buta, karena posisi patologi dan kisaran yang tidak sama secara klinis menunjukkan adanya perbedaan. Pemeriksaan dari manifestasi klinis ini dapat terjadinya kemungkinan kesalahan diagnosis, jadi pastikan untuk memperhatikan metode diagnosis limfoma, melakukan pemeriksaan secara tersistem untuk mengetahui Penyebab Penyakit Limfoma

Studi Pencitraan   
  1. Pemeriksaan Sinar-x :
    Tujuan utamanya adalah mengamati kelenjar getah bening hilus/regional, kelenjar getah bening mediastinum, kelenjar getah bening karina dan internal kelenjar getah bening susu dan mengamati pintu paru apakah adanya invasi tumor. Kemungkinan adanya Pembesaran dari kelenjar getah bening mediastinum anterior dan kelenjar getah bening hilus menjadi limfoma ganas, perlu membuang TB luar paru, infeksi jamur atau tumor lain yang disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening. Diduga kelenjar getah bening panggul atau peritoneal para-aorta, lebih rendah ekstremitas pencitraan limfatik.   
  2. Pemeriksaan CT-Scan :
    Dengan pemeriksaan CT scan dapat ditemukan jaringan limfoid pada bagian perut bawah kelenjar getah bening yang biasanya sulit untuk dideteksi dengan pemeriksaan lainnya. Pemeriksaan CT-scan pada dada dapat membantu mendiagnosa pathology sampai.trakea membantu mendiagnosa posisi pembengkakan kelenjar getah bening, hilus, dan aorta dan bagian lainnya.   
  3. Magnetic Resonance Imaging (MRI):
    MRI dapat menunjukkan struktur vaskular, dan multi-scan dari posisi dan lapisan tubuh   
  4. Radioisotop scanning:
    dibandingkan dengan menggunakan X-ray, bone scan maka dapat di deteksi lebih dini perubahan patologi tulang, scan tulang akan dapat menunjukkan serapan radionuklida meningkat pada lesi, dan sel limfoma infiltrasi difus tulang.   
  5. USG :
    dengan menggunakan USG dapat ditemukan kelenjar getah bening di diameter lebih besar dari 2 cm, tetapi tidak dapat mengidentifikasi pembesaran kelenjar getah bening disebabkan oleh invasi tumor atau hiperplasia reaktif atau peradangan kronis, pemeriksaan USG dapat ditemukan nodul tumor sampai pembesaran hati dan limpa
Biopsi tumor   
  1. Limfoma maligna :
    limfoma maligna biasanya harus dilakukan patologis untuk pemastian, dan lainya yang terutama adalah patologis specimen kelenjar getah bening.   
  2. Biopsi Sumsum tulang :
    kejadian pada sumsum tulang limfoma dapat mencapai 40% sampai 90%. Karena pentingnya pemeriksaan klinis sumsum tulang, perlu dilakukan biospi berulang kali.   
  3. Biopsy hati :
    limfoma non Hodgkin, sel limfosit kecil dan limfosit kecil dan sel belahan kecil lebih mudah terjadinva di hati dibanding sel belahan besar   
  4. Gambaran darah: sel darah putih dari penyakit Hodgkin sebagian besar normal, sejumlah kecil ringan atau meningkat secara signifikan, dengan peningkatan neutrofil, sekitar 1/5 kasus eosinofilia dan limfopenia terlambat. Pasien limfoma non-Hodgkin ketika sel darah putih menghitung lebih dari biasanya, disertai dengan limfositosis relatif atau absolut.
Setelah terdiagnosa

kanker limfoma

, pasien sering terburu-buru dalam melakukan pengobatan. Seperti yang sudah diketahui, pengobatan terbaik adalah berdasarkan kondisi pasien, dengan gejala klinis sepert: berkeringat di malam hari, penurunan berat badan, demam, dan lain-lain, setelah melakukan pendiagnosaan secara keseluruhan, dan penentuan stadium, baru ditentukan metode pengobatan apa yang akan diterapkan. 

Metode operasi pada kanker limfoma tidaklah efektif, karena limfoma meliputi seluruh tubuh, dan metode operasi tidak bisa membersihkan seluruhnya. Walaupun pada beberapa kasus kanker limfoma dilakukan tindakan operasi, tetapi indikasinya masih memiliki keterbatasan yang besar, dan mudah terjadi kekambuhan pasca operasi. Selain itu, radioterapi dan kemoterapi bisa menimbulkan efek samping yang berat, dan pada pengobatan tradisional banyak terjadi kesalahan pada pengobatan yang tidak dapat dihindari.  
Apa saja metode pengobatan kanker limfoma?


Pengobatan intervensi   
Pengobatan intervensi adalah pengobatan minimal invasif yang merupakan gabungan antara berbagai teknologi canggih modern. Di bawah panduan peralatan pencitraan medis, dokter akan memasukan alat semacam kateter khusus, dan peralatan canggih lainnya ke dalam tubuh pasien, untuk melakukan pendiagnosaan dan pengobatan lokal. Luka sayatan pada proses pengobatan sangatlah kecil bahkan hanya seukuran biji beras, tidak perlu dilakukan pembedahan pada jaringan tubuh, serta sangat efektif bagi kanker limfoma yang telah mengalami metastase. Obat-obatan dapat langsung disalurkan pada bagian lokal, tidak hanya dapat meningkatkan konsentrasi obat pada luka, tetapi juga dapat mengurangi jumlah obat dan efek sampingnya.   Selama melakukan pengobatan intervensi, bisa juga dipadukan dengan embolisasi, embolisasi berguna untuk menghalangi pasokan darah ke tumor, tumor akan mati karena "lapar". Sel kanker yang tidak mendapat pasokan darah, kekurangan gizi, kekurangan oksigen, pada akhirnya akan mati. 

Pengobatan Penanaman Biji Partikel   
Penanaman biji partikel I125 adalah bagian dari pengobatan brachytherapy. Metode ini merupakan teknik minimal invasif dengan biji I125 yang dimasukan ke dalam limfoma atau metastase yang terjadi pada sistem limfoma. Biji Partikel mengeluarkan radiasi dengan dosis rendah secara terus menerus, selanjutnya akan membunuh sel kanker dan sel-sel tumor hipoksia dari berbagai stadium disekitarnya. Dengan demikian, dapat mengobati tumor dengan efektif, serta mencegah kekambuhan dan penyebaran kanker. 

Pengobatan minimal invasif 
adalah metode pengobatan kanker terbaru hasil diskusi para ahli onkologi multidisiplin, di antaranya ada metode pembedahan minimal invasif, intervensi minimal invasif, penanaman biji partikel, pemanasan, Radio Frequency Ablation, laparoskopi, dan teknologi canggih minimal invasif lainnya yang dijadikan sebagai satu kesatuan metode pengobatan komprehensif, dengan menggabungkan kondisi primer dan sekunder pasien, dan mengkombinasikan 1 atau beberapa jenis metode pengobatan, berdasarkan pada perkembangan kondisi pasien, meningkatkan efektifitas pengobatan. Dan pada akhirnya akan terbukti, harapan hidup dan peluang kesembuhannya akan meningkat drastis.

Untuk Penyebab Penyakit Kanker Serviks
silahkan lihat artikel lainnya, dan juga tentunya Penyebab Penyakit Malaria Kanker Kulit Penyakit Asma


share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Bokek Traveler, Published at 4:20 PM and have

ADS

..